AI dan Jurnalisme Robot
Perkembangan
teknologi dari tahun ketehun semakin meningkat dan berkembang. Dengan kehadiran
internet masyarakat diseluruh dunia merasa terbantu dalam kehidupan
sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri perekmbangan teknologi telah merambah kedunia jurnalis dimulai dengan terciptanya sebuah robot yang bisa
membuat berita atau biasa disebut dengan jurnalisme robot.
Jurnalisme
robot juga dikatakan dapat menulis berita berdasarkan pada fakta secara
terstruktur, serta membuat konten dengan skala besar, namun dapat disesuaikan
untuk masing-masing kebutuhan para pembaca yang dapat dilakukan dengan cepat.
Adanya
jurnalisme robot sedikit mengurangi beban para wartawan artinya robot jurnalis
tidak mengenal kata lelah dan istirahat. Beda halnya dengan manusia yang membutuhkan waktu untuk istirahat makan dan minum. Di Indoensia sendiri telah diterapkan
robot jurnalis pada satu situs berita online
yaitu "Britagar".
Untuk
saat ini wartawan manusia masih sangat unggul dibanding dengan robot jurnalisme
dan belum bisa tergantikan. Karena wartawan manusia dapat membuat berita dengan
segala jenis berita mulai dari berita yang “saklek”, investigasi bahkan berita
yang bersifat Human Interest. Beda halnya
dengan robot jurnalisme yang mana dia hanya bisa membuat berita seperti berita
sepakbola, gempa atuapun berita yang “saklek” dan bahasa yang digunakan
terkesan kaku tidak mengutamakan keindahan bahasa. Ketika berita yang ditulis
oleh wartwan manusia dia masih mengedepankan interpretatifnya atau opini dari
wartawan tersebut karena pada dasarnya wartawan ketika menulis berita harus
memegang teguh hati nurani
Dengan
penulisan berita yang bersifat “saklek” atau mengandalkan algoritma yang
diproses dan diterima melalui sumber yang terpercaya dari internet kesalahan dalam robot
jurnalis mungkin sedikit. Karena dia mengandalkan berita yang lempeng saja. Dan
tidak bisa dipungkiri dengan perkembangan teknologi yang dari tahun ketahun
semakin mengingkat dan berkembang maka bisa jadi wartawan manusia dapat
tergantikan. Seperti yang dikatakan Kris Hammond dari Narative Science, salah
satu pemain di bidang ini, kepada The Guardian: “Sebuah mesin, suatu hari akan
memenangkan Pulitzer.” Dan untuk
mendapatkan sumber tersebut robot jurnalis juga tidak bisa lepas dari peran jurnalisme
digital dan jurnalisme tradisonal. Karena mereka (jurnalisme digital dan
tradisional) tetap mengedapankan identitas mereka yaitu penerapan
prinsip-prinsip berita, unsur-unsur berita dan elemen-elemen berita.
Reverensi
Zaenudin, Ahmad. 2017. Pekerjaan Para Penulis dan Wartawan Bisa digantikan Robot. diambil dari https://tirto.id/pekerjaan-para-penulis-dan-wartawan-bisa-digantikan-robot-cjiQ
William, Cyntia. 2018. Penerapan Jurnalisme Robot diBritagar.id, Ancaman atau Kemajuan bagi Jurnalis?. diambil dari https://www.kompasiana.com/cyntiaw/5bb791b212ae9413bf1e5809/penerapan-jurnalisme-robot-di-beritagar-id-ancaman-atau-kemajuan-bagi-jurnalis?page=all

Komentar
Posting Komentar